Tips Belajar Fotografi Pemula

Kegiatan memotret atau fotografi menjadi salah satu hobi yang semakin populer saat ini. Mengabadikan momen memang dirasa penting baik oleh para remaja hingga yang sudah dewasa. Media yang digunakan untuk mengabadikan momen pun beragam, mulai dari kamera ponsel, kamera fujifilm  yang berupa kamera mirrorless, hingga kamera Sony atau Canon yang berupa kamera DSLR.

Bagi sebagian orang, perasaan senang ketika memotret, mulai  menumbuhkan keinginan untuk mendapat hasil foto yang lebih bagus dan berkualitas. Untuk kamu yang tertarik untuk lebih memahami dunia fotografi lebih serius, terdapat beberapa hal yang perlu kamu pelajari. Nah, berikut adalah tips belajar fotografi pemula.

 

Kenali jenis kamera

Memiliki kamera adalah hal yang wajib bagi kamu para calon fotografer andal. Kamera yang digunakan pun tidak sembarangan, untuk kegiatan fotografi yang mulai serius, kamu harus menggunakan kamera DSLR atau setidaknya, kamera mirrorless. salah satu rekomendasi kamera mirrorless yang dapat kamu gunakan adalah kamera fujifilm yang memang sedang banyak diminati. Kamera mirrorless direkomendasikan karena memiliki penawaran harga yang bersahabat, serta memiliki fitur dan spesifikasi yang tidak kalah dengan kamera DSLR.

 

Pahami dasar-dasar pengaturan kamera

Setelah kenalan dengan jenis kamera untuk fotografi, waktunya kamu memahami detail fungsi dasar dari fitur kamera. Ada lima bagian penting kamera yang perlu kamu ketahui, yaitu camera mode. aperture (bukaan), shutter speed (kecepatan rana), white balance, dan kecepatan ISO. Mode kamera adalah bagian berbentuk lingkaran pada bagian atas kamera yang dapat kamu atur dengan cara memutar lingakarannya. Bagi kamu yang masih baru menggunakan kamera,disarankan untuk mengatur mode kamera dengan pengaturan program auto saja. Hal itu agar memudahkan kamu ketika memotret objek. Dengan pengaturan auto, kamera akan melakukan pengaturan gambar secara otomatis.

 

Selanjutnya, aperture adalah bagian kamera yang terletak di dalam lensa. bagian itu mengendalikan banyak cahaya yang bisa melewati lensa menuju sensor. Apabila aperture atau bukaannya besar, cahaya yang masuk lebih banyak. Begitu pun sebaliknya. Selanjutnya shutter speed, yaitu mekanisme yang mengontrol berapa lama sensor terkena cahaya. Shutter speed yang tinggi menghasilkan objek freeze, sedangkan shutter speed yang rendah akan menyebababkan hasil gambar menjadi blur.

 

Bagin selanjutnya adalah white balance, yaitu fitur yang memastikan bahwa warna putih diproduksi secara akurat pada jenis kondisi pencahayaan ketika pengambilan gambar. Fitur terakhir adalah  kecepatan ISO. Fitur ini merupakan lebel atau tingkat sensitivitas kamera terhadap cahaya. ISO yang rendah membuat sensitivitas kamera terhadap cahaya semakin rendah. Begitu pun sebaliknya.

 

Tips pengambilan gambar

Setelah memahami bagian kamera beserta fungsinya. Tiba waktunya kamu memahami teknik pengambilan gambar yang baik. Ingat, untuk mendapat hasil gambar yang maksimal tidaklah instan. Kamu perlu melakukan latihan berulang kali. Tips pertama adalah perhatikan garis horizon. Setiap kamu mengambil gambar, selalu ada horizon yang tercipta. horizon tersebut menentukan bagus atau tidaknya hasil gambar. Jadi, ketika kamu memotret sebaiknya kamu sudah langsung mengambil gambar secara lurus dengan bantuan tripod. Namun, jangan khawatir apabila hasil gambar tidak memiliki horizon yang lurus, kamu bisa memperbaiki horizon pada hasil foto menggunakan photoshop.

 

Selanjutnya adalah atur white balance sesuai dengan natural pencahayaan yang tepat. White balance memengaruhi tone pada hasil foto. Apabila kamu masih belum mahir menentukan white balance yang tepat, disarankan untuk mengatur pada pengaturan otomatis saja.Tips selanjutnya adalah menajamkan hasil gambar. Hasil gambar yang bllur atau shaky tentu bukanlah hasil yang kamu inginkan. Untuk itu kamu harus membiasakan memegang kamera dengan tangan yang steady atau menggunakan bantuan tripod. selain itu, dapat pula dengan menaikkan pengaturan ISO dan shutter speed.

 

Tips terakhir adalah Komposisi dan cropping yang tepat agar menambah value sebuah hasil gambar. Posisi penempatan objek tidak melulu harus selalu berada di tengah. Terkadang pada momen tertentu, posisi objek lebih baik berada sedikit ke kanan atau ke kiri agar memberikan space, sehingga lebih menarik untuk dilihat.

 

Nah, itulah Hal-hal yang wajib kamu ketahui sebagai penggemar fotografi pemula. Bagaimana pendapatmu apakah semakin tertarik pada bidang ini?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *