Root Android Adalah Cara Terbaik Me-Reset HP, Benar Tidak Sih?

Wah, sepagi ini sudah pusing googling ke sana ke mari demi mencari tahu cara root HP Xiaomi? Tidak perlu pusing, coba deh klik tautan ini dan temukan jawaban atas pertanyaanmu di sana: https://review.bukalapak.com/techno/begini-cara-root-xiaomi-mi-a1-41854. Eits, jangan buru-buru beralih laman dulu! Memang sudah yakin nih mau melakukan root pada smartphone kamu?

Sebelum kamu memutuskan untuk melakukan root pada ponsel cerdas milikmu, ada baiknya kamu pahami dulu apa itu root, fungsi root, hingga kelebihan dan kekurangan root. Sebab, belum tentu root Android adalah cara termudah untuk meriset HP, lho! Simak dulu ulasan berikut, yuk!

Kenalan dengan Root

Sudah tahu? Secara harfiah, kata root bisa diartikan sebagai ‘akar’. Mengacu pada arti harfiahnya, jika kamu melakukan root pada Android milikmu, kamu akan mendapatkan akses penuh alias kendali yang utuh atas smartphone Android kamu.

Nah, root ini bisa dilakukan setelah kamu melewati proses-porses tertentu. Pihak Google sang pemilik Android tidak melarang kamu untuk melakukan root sekaligus memodifikasi sistem operasi dalam smartphone kesayanganmu, lho! Namun, beberapa produsen smartphone biasanya mengunci sistem operasi Android keluarannya supaya tidak bisa di-root dengan mudah.

Kelebihan Melakukan Root

Akses root pada ponsel cerdas Android memiliki beberapa kelebihan. Seperti dilansir dari JalanTikus.com, di antara beberapa kelebihan yang dimilikinya adalah sebagai berikut.

 Menghapus aplikasi bawaan

Beberapa produsen Android memang sering kali menanamkan aplikasi bawaan pada smartphone yang dikeluarkannya. Aplikasi tersebut bisa jadi cukup memakan RAM dan memori internal dari smartphone kamu. Masalahnya, biasanya kamu tidak bisa begitu saja menghapus aplikasi bawaan tersebut. Nah, dengan menggunakan akses root, kamu bisa melakukannya.

Mengontrol kenren dan CPU

Karena kamu sudah memiliki kendali penuh terhadap ponsel kamu, kamu pun bisa melakukan overlock terhadap CPU. Proses overlock ini bisa diartikan sebagai pemaksaan prosesor untuk melakukan pekerjaannya hingga mencapai batas maksimal. Dengan overlock ini, biasanya smartphone kamu akan bekerja lebih cepat dan ringan diaplikasikan.

Menghindari wakelock

Kondisi wakelock terjadi saat sistem terbangun akibat aplikasi yang berjalan terus-menerus di background. Tentu, kondisi ini membuat smartphone kamu lebih lambat dan boros baterai. Untuk mengatasi masalah ini, kamu bisa menggunakan aplikasi Greenify yang mampu membuat berbagai aplikasi masuk ke mode hibernasi saat tidak dipakai. Namun, aplikasi Greenify ini hanya mampu berjalan jika kamu memiliki akses root.

Kelemahan Melakukan Root

Yup! Meski punya kelebihan, root juga tidak lepas dari kekurangan. Beberapa hal di bawah ini akan kamu alami jika kamu melakukan root pada smartphone kamu.

Kehilangan garansi

Karena kamu sudah punya akses penuh terhadap ponselmu dan sudah bisa mengutak-atik ponsel sesuai selera, kebanyakan produsen tidak mau lagi berurusan dengan ponsel kamu jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi, usahakan melakukan root setelah masa garansi habis, ya.

Keamaan tidak terjaga

Memang sih, kamu bisa memiliki kendali penuh terhadap smartphone kamu jika kamu melakukan root. Namun, dengan begitu, smartphone kamu menjadi lebih rentan terhadap serangan hacker dan virus. Sebab, tidak semua modifikasi dari luar yang kamu lakukan sudah terjamin keamannya.

Menurunkan performa

Penambahan sistem dari luar untuk ponsel Android kamu justru bisa jadi bumerang tersendiri, lho! Jika sistem yang dimasukkan tidak cocok dengan smartphone kamu, penurunan performa Android pun sangat rawan terjadi. Hati-hati, ya.

Bagaimana? Sudah yakin akan melakukan root pada Android kamu?

Sumber gambar: DuckDuckGo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *