8 Panduan Memotret Mode Manual Menggunakan Kamera Handphone

Saat ini, kamera handphone sudah dilengkapi berbagai aspek yang dapat menghasilkan gambar menakjubkan. Bahkan telah tersedia fitur kamera DSLR pada smartphone. Sayangnya, masih banyak pengguna yang belum mengetahui fungsi dan fitur yang ditawarkan mode kamera pro dan justru tetap memilih memotret dengan mode auto.

Oleh karena itu, berikut disajikan panduan dalam mengenal fitur-fitur yang ada pada kamera handphone dengan efek-efek yang kreatif.

8 Panduan Memotret Mode Manual Menggunakan Kamera Handphone

  • ISO

Semakin tinggi ISO maka semakin tinggi pula tingkat sensitivitas lensa terhadap cahaya karena tingkat sensivitas lensa kamera terhadap cahaya memang diatur oleh ISO. Anda dapat mengambil objek dengan jelas meskipun dalam kondisi minim cahaya dengan mengatur ISOnya ke tingkat yang lebih tinggi.

  • Shutter speed

Shutter speed merupakan rentan waktu atau kecepatan yang dibutuhkan shutter untuk terbuka. Shutter akan terbuka lebih lama jika Anda mengatur shutter speednya menjadi lambat sehingga menyerap lebih banyak cahaya. Sebaliknya, shutter akan terbuka lebih cepat jika Anda mengatur shutter speednya menjadi cepat sehingga menyerap lebih sedikit cahaya. Anda dapat memanfaatkan shutter speed tinggi untuk memotret objek yang bergerak cepat serta shutter lambat untuk memotret light trail.

  • Aperture

Aperture atau ‘bukaan lensa’ adalah yang mengatur seberapa besar ukuran diafragma lensa saat memotret sebuah objek. Umumnya nilai dari aperture disimbolkan dengan f/xx. Contohnya, f/2.0. jika angka aperturenya atau angka di belakang f/xx kecil, maka bukaan lensanya justru akan semakin besar dan sebaliknya. Jika Anda dapat memanfaatkan fitur ini untuk mengambil gambar dengan efek bokeh menggunakan bukaan yang besar.

  • White balance

Berbeda dengan mata manusia yang melihat objek berwarna putih maka akan terlihat putih, kamera masih bergantung pada eksistensi cahaya sehingga warna putih bisa saja terlihat kekuningan atau justru kebiruan. Itulah sebabnya diciptakan White Balance. Anda dapat mengatur tingkat White Balance sesuai kreativitas berdasarkan jenis foto seperti apa yang ingin diambil.

  • Exposure

Pada dasarnya kamera membutuhkan adanya cahaya dalam menangkap sebuah gambar.  Exposure merupakan perwujudan dari konfigurasi tiga komponen, yakni ISO, aperture, dan shutter speed. Atau jika dirumuskan maka shutter speed + aperture + ISO = exposure. Nah, tingkat exposure pada suatu gambar itu disebabkan oleh kombinasi tiga elemen tersebut.

  • HDR

Sebuah kamera mampu memotret gambar dengan tingkat pencahayaan yang disesuaikan kondisi menggunakan HDR (High Dynamic Range). Gambar yang diambil menggunakan HDR memiliki tingkat kecerahan lebih baik daripada tanpa HDR. Contohnya ketika mengambil objek yang membelakangi cahaya matahari, karena HDR hanya menyeimbangkan perbedaan pencahayaannya saja. Jika Anda belum puas dengan hasil foto menggunakan HDR, Anda dapat menggunakan Fitur HDR+ (tidak semua kamera handphone menyediakan fitur ini) untuk hasil foto dengan pencahayaan yang lebih merata dan lebih baik.

Baca juga artikel menarik lainnya di caricamera.com

  • RAW

RAW ialah file atau gambar mentah yang dihasilkan kamera. Dengan RAW, Anda bisa memberi efek sekreatif mungkin pada setiap foto yang diambil. Kualitas gambar dalam format RAW tentu jauh lebih baik dibandingkan format matang yang telah dikompresi seperti JPEG.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *